Skip to Content
Henkel Adhesive Technologies

Henkel Adhesive Technologies

Mengatasi masalah pada perekat semprot

Mengoptimalkan perekat hotmelt untuk aplikasi untuk produk personal hygiene
7 menit.
bayi laki-laki memakai popok merangkak di lantai

Aplikasi perekat pada produk personal hygiene, mulai dari popok hingga produk perawatan kewanitaan dirancang secara khusus untuk memberikan daya serap dan kenyamanan yang baik. Selain itu, konsumen mengharapkan produk yang berkualitas. Aplikasi pada material nonwoven menawarkan fungsi spesifik seperti daya serap, elastisitas, kelembutan, kekuatan. Untuk memenuhi permintaan pasar, para pelaku di industri personal hygiene memilih perekat hotmelt yang berkualitas untuk memastikan daya rekat yang kuat pada produk mereka. Para produsen ini menggunakan aplikasi perekat semprot (spray adhesive) sebagai komponen penting dalam proses produksi.​ 

Perekat semprot hotmelt diaplikasikan dengan cara memanipulasi manik perekat yang berkesinambungan menjadi suatu pola tertentu dan menggunakan udara bertekanan. Untuk memaksimalkan uptime mesin, penting bagi pelaku Usaha untuk memahami proses yang panjang dan memiliki kemampuan untuk mengatasi isu yang mungkin terjadi. Beberapa tantangan dalam proses aplikasi yang umum terjadi adalah:​

  • Overspray – Area pada jalur produksi menjadi dilapisi perekat, karena sebagian pola semprotan tidak mengenai substrat
  • Poor coverage – Terdapat celah/ruang kosong searah gerakan mesin, bukan lapisan seragam yang diinginkan pada substrat
  • Bleed-through – Perekat melewati substrat dan menyentuh permukaan di bawahnya
  • Poor intermitten performance – Perekat meninggalkan jejak di celah antara akhir satu pola dan awal pola berikutnya

Masing-masing masalah ini dapat dikaitkan dengan pengaturan proses yang salah atau kegagalan fungsi pada suatu komponen di dalam sistem/peralatan. Dengan banyaknya teknologi semprot yang ada, memahami persyaratan umum dapat membantu menyelesaikan masalah yang terjadi pada proses aplikasi sehingga menghasilkan jalur produksi yang lebih bersih dengan waktu aktif (uptime) yang meningkat.

Memahami elemen proses perekat semprot hotmelt

Pentingnya memahami cara menjaga konsistensi operasional. Setiap produsen peralatan memiliki praktik terbaik untuk menjaga mesin bekerja secara efisien. Masalah perekat semprot hotmelt dapat disebabkan oleh ketergantungan yang berlebihan pada panduan umum.  Hal ini berguna dalam menetapkan titik awal; namun, penting untuk memahami secara mendalam bagaimana berbagai komponen dapat mempengaruhi proses dan memberikan solusinya.​

1. Viskositas

Viskositas mengukur kekentalan perekat hotmelt yang meleleh pada setpoint atau titik suhu suhu yang telah ditetapkan. Setiap perekat hotmelt diformulasikan untuk kebutuhan barang jadi tertentu, seperti kekuatan bonding, daya rekat pada substrat, dll. serta untuk metode aplikasi spray versus slot coating. Suhu tangki perekat hotmelt harus diatur dalam rentang operasi yang disarankan mencapai viskositas ideal untuk teknologi aplikasi yang digunakan.

2. Flow rate

Flow rate adalah jumlah perekat yang disemprotkan ke substrat melalui proses penyemprotan dan dikontrol oleh tangki perekat hotmelt. Bila flow rate terlalu rendah, hasilnya dapat berupa distribusi perekat yang buruk, rekatan yang lemah atau overspray. Ketidaksesuaian​ antara ukuran lubang nosel, viskositas, dan laju aliran dapat menimbulkan masalah terhadap pola yang sulit diperbaiki.

3. Tipe nosel

Nosel semprot (Nozzle spray) dirancang untuk menekankan karakteristik kinerja tertentu, dari ketahanan terhadap penyumbatan hingga kekuatan bonding. Ketidakcocokan teknologi dengan variabel aplikasi (misalnya flow rate) dapat mengakibatkan masalah saat proses aplikasi. Jika diperlukan, mengganti jenis nosel semprot biasanya hanya membutuhkan sedikit waktu dan investasi modal.

4. Ketinggian nosel

Jarak nosel ke substrat dapat menjadi hal yang penting bagi performa perekat. Pada beberapa teknologi, dimensi ini berdampak langsung pada lebar pola – penempatan yang lebih dekat ke substrat mengurangi lebar semprotan. Pada teknologi lain, pengaturan yang salah dapat mengakibatkan overspray karena pola "mengambang" di atas substrat.

5. Pattern air

Digunakan untuk memanipulasi perekat hotmelt saat keluar dari nosel, pattern air yang memutar atau mengayunkan butiran perekat dan dapat menghasilkan pola pada substrat. Pengaturan ini sangat penting. Pengaturan ini harus disesuaikan dengan viskositas dan volum perekat hotmelt untuk setiap aplikasi, beserta dengan beberapa ketentuan seperti lebar atau (coverage density. Jika laju aliran perekat dan jenis nosel sudah ditetapkan, maka jumlah pattern air yang tepat akan sangat bergantung pada suhu aplikasi perekat hotmelt yang digunakan.​

Perekat semprot hotmelt, seperti TECHNOMELT, memiliki rentang kondisi pengoperasian tertentu. Kunci dari proses aplikasi yang baik adalah mencocokkan unsur-unsur proses yang disebutkan di atas dengan perekat, sehingga dapat menghasilkan konsistensi aplikasi, fungsionalitas peralatan yang tepat, dan jalur produksi yang efisien.​

Menetapkan pengaturan dasar (baseline settings) untuk mengoptimalkan parameter proses aplikasi perekat semprot

Produsen peralatan menyediakan parameter operasi yang direkomendasikan. Hal ini menjadi pengaturan dasar awal untuk variabel yang relevan dengan jenis nosel semprot. Dengan menggunakan data teknis perekat hotmelt, kita bisa menetapkan rentang operasional yang dapat dioptimalkan lebih lanjut untuk aplikasi tertentu. Pengaturannya bervariasi di antara teknologi semprot yang tersedia, di mana masing-masing dirancang untuk memprioritaskan karakteristik kinerja tertentu, seperti edge definition, ketahanan terhadap penyumbatan (clog resistance), dan laju aliran yan grendah (low flow rate). Dalam satu jalur produksi, setiap aplikasi dapat memiliki jenis nosel yang berbeda beda, begitu juga dengan pengaturan dasar (baseline) harus ditetapkan diawal untuk masing-masing penggunaan nosel.

Perekat semprot hotmelt dipengaruhi oleh suhu panas, waktu dan oksidasi. Jika perekat tidak digunakan dalam rentang waktu yang disarankan, dampak negatif seperti terbentuknya arang (char/charring) dapat terjadi. Hal ini dapat memengaruhi parameter proses dan menyebabkan masalah lain di jalur produksi. Pada akhirnya kondisi ini dapat mengakibatkan downtime. Setelah pengaturan dasar (baseline) ditetapkan, pada setiap aplikasi perlu dilakukan fine-tuning untuk mendapatkan kinerja yang optimal. Umumnya, menggunakan perekat sesuai dengan ketentuan sangatlah direkomendasikan sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik. Henkel mengembangkan metodologi untuk mendapatkan performa terbaik dari setiap aplikasi perekat semprot.​

LANGKAH 1

Pilih suhu awal
  • Tinjau rentang viskositas nosel yang direkomendasikan dan rentang viskositas perekat pada TDS (lembar data teknis)
  • Jika rentang suhu optimal nosel adalah 3.000 hingga 5.000 centipoise, atur suhunya untuk menghasilkan 4.000 centipoise
  • Biarkan suhu stabil selama  ~10 menit di setiap setting sebelum mengevaluasi pengaturan tekanan udara

LANGKAH 2

Uji seluruh pattern air range​
  • Pilih tekanan pattern air pressure awal berdasarkan nilai minimum dari manual. 5 psi dapat digunakan sebagai titik awal secara opsional.
  • Jika tekanan udara awal tidak ideal, mulailah menaikkan tekanan udara secara bertahap, dengan kenaikan 2 hingga 5 psi sambil mempertahankan suhu yang tetap
  • Jika mempertimbangkan variabel lain (misalnya jarak nosel ke substrat); uji matriks suhu/udara pada setiap pengaturan baru untuk mengidentifikasi kombinasi yang optimal.

LANGKAH 3

Ulangi hingga optimal.
  • Jika hasil yang sesuai belum tercapai, naikkan suhu sebesar 5 hingga 10 derajat dan evaluasi seluruh rentang tekanan udara secara keseluruhan terhadap setiap pengaturan baru.
  • Jika pola memburuk pada suhu yang dinaikkan, kembalikan ke pengaturan awal. Mulai turunkan suhu sebesar 5 hingga 10 derajat dan evaluasi rentang tekanan udara pada setiap pengaturan baru.

Membedakan antara masalah yang terjadi pada proses aplikasi perekat semprot dengan masalah pada peralatan

Terdapat perbedaan pendekatan antara menyiapkan aplikasi baru dan mengatasi masalah produksi yang sudah ada. Aplikasi baru didefinisikan sebagai jalur produksi yang baru dipasang, atau jalur yang sudah ada, dimana aplikasinya telah diubah dari satu teknologi ke teknologi yang lain, misalnya, dari slot coating berubah ke spray coating atau berganti antara dua jenis aplikasi semprot yang berbeda. Aplikasi baru memerlukan pengaturan rentang operasi baru yang berdasarkan pada elemen-elemen penting yang ada dalam proses.​


Aplikasi yang sudah berjalan sebelumnya telah dioptimalkan saat instalasi awal. Seiring waktu, performa dapat mengalami penurunan. Variabel-variabel penting yang ada pada proses dari aplikasi yang sudah berjalan biasanya tidak boleh diubah. Pengaturan yang sudah berjalan, baik selama beberapa minggu, bulan, atau tahun sebelumnya, seharusnya tidak perlu diubah. Sebagai gantinya, penyebab utama masalah tersebut yang harusnya dapat diidentifikasi, meliputi:​ 

  • Perubahan yang tidak sah pada variabel penting yang ada dalam proses, kecepatan pompa, suhu, atau hal lainnya
  • Kerusakan atau kegagalan komponen yang ada di dalam proses.​

Jika ada permasalahan saat variabel proses diubah, maka dapat dikembalikan ke pengaturan sebelumnya. Jika masalahnya adalah komponen yang tidak berfungsi, maka langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu melakukan pembersihan dan melakukan pemeriksaan, ini adalah persyaratan minimum. Namun, dalam beberapa kasus, penggantian komponen akan diperlukan. Perlu diingat bahwa komponen yang rusak dapat berupa apa saja di dalam sistem perekat hotmelt (misalnya, pompa hotmelt) atau masukan eksternal (misalnya, pattern air supply line). Komponen yang rusak tidak hanya terbatas pada aplikator semprot, modul, dan nosel.​

Dalam kasus ekstrem, masalah yang terjadi dalam proses aplikasi dapat memerlukan perubahan yang signifikan. Hal ini dapat berupa jenis teknologi aplikasi – dari semprot ke slot coating – atau produk perekat khusus untuk menggabungkan properti kinerja yang berbeda. Meskipun sangat jarang terjadi pada aplikasi baru, ketidaksesuaian antara komponen/peralatan, pemilihan perekat, dan persyaratan yang diperlukan dalam proses dapat menjadi penyebab masalah yang terus-menerus. Untuk aplikasi yang sudah berjalan, serangkaian faktor yang berbeda perlu dipertimbangkan, seperti perubahan pada substrat, pengaturan mesin, atau lingkungan pabrik.

Dalam mengoperasikan jalur produksi perekat hotmelt, terdapat berbagai tantangan. Untuk membangun proses perekat semprot yang terbaik, diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai hubungan antara beberapa faktor. Hal ini termasuk memahami variabel penting di dalam proses yang diperlukan untuk menciptakan dan mempertahankan proses aplikasi yang berjalan lancar. Hal ini juga mencakup pembelajaran mengenai cara menerapkan aplikasi baru dan memecahkan masalah pada aplikasi yang sudah ada. Untuk aplikasi pada produk nonwoven, produsen mengandalkan efektivitas perekat hotmelt untuk memastikan segel atau rekatan yang kuat. Brand owner perlu memahami hubungan kerja antara peralatan dan perekat untuk memaksimalkan uptime dan kinerja akhir yang baik. Untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang bagaimana cara meningkatkan efisiensi perekat hotmelt, hubungi Henkel dan pelajari lebih lanjut praktik terbaik tentang meningkatkan masa pakai perekat.

Referensi

Perlu solusi? Kami siap memberikan rekomendasi terbaik.

Ahli kami siap menjawab kebutuhan Anda.

  • Seorang karyawan call center wanita tersenyum dan mengenakan headset saat bekerja di kantor.

    Konsultasi sekarang

  • Seorang karyawan wanita berkulit hitam memindai paket di gudang. Di latar depan terlihat wanita tersebut dengan pemindai berwarna kuning, sedangkan di latar belakang terlihat rak penyimpanan.

    Kirim Permintaan Pesanan

Butuh opsi dukungan lainnya?

Pusat dukungan dan para ahli kami siap membantu menemukan solusi untuk kebutuhan bisnis Anda.