Mengatasi penyebab arang (char/charring) pada proses aplikasi perekat hot melt untuk kemasan
Mulai dari menyegel kotak pasta hingga merekatkan label pada minuman berenergi, perekat hot melt merupakan salah satu produk paling serbaguna dalam operasi pengemasan. Hal ini memungkinkan produsen untuk mengemas produk-produk yang digunakan konsumen setiap hari secara efisien dan aman. Perekat hot melt untuk kemasan dirancang untuk mengeras dengan cepat dalam waktu kompresi yang singkat guna membentuk rekatan yang kuat. Untuk memenuhi permintaan konsumen, jalur pengemasan harus berjalan lancar dan menghindari downtime. Salah satu penyebab berkurangnya efisiensi operasi pengemasan adalah arang (char/charring) yang mana dapat memengaruhi peralatan hot melt dan meningkatkan downtime. Setelah arang berada di dalam unit/peralatan, mungkin akan sulit untuk menghilangkannya.
Arang (char/charring) terbentuk akibat panas, kontaminan, dan oksidasi perekat hot melt. Saat rantai polimer mulai rusak, perekat yang terlalu terbuka mulai terbakar (atau menghitam) dan menyumbat filter, selang, atau nosel pada peralatan hot melt Arang dapat menimbulkan masalah pada proses aplikasi dan penyegelan kemasan produk consumer goods. Penyebab arang sulit didiagnosis, dan sumbernya dapat berupa kombinasi dari pengaturan peralatan, proses pengoperasian, dan perekat. Kondisi yang membuat peralatan hot melt lebih rentan terhadap pembentukan arang (char/charring) adalah:
- Mengoperasikan peralatan di atas suhu yang direkomendasikan untuk perekat hot melt
- Memaparkan perekat hot melt terpapar suhu panas yang tinggi secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama.
- Membiarkan perekat hot melt terpapar oksigen dan kontaminan lebih lama
Kondisi ini dapat dengan mudah diatasi dengan menerapkan beberapa praktik terbaik pada jalur pengemasan dengan perekat hot melt.
Arang (char/charring) dari perekat hot melt dapat menyebabkan masalah pada pemeliharaan mesin jangka panjang serta dapat menyebabkan masalah terhadap kualitas produk yang mengakibatkan downtime pada jalur produksi. Jika arang menyusup ke dalam peralatan, akan sulit untuk membersihkannya secara menyeluruh. Area mati (Dead areas), seperti lekukan dan sudut tangki, akan selalu ada, dan tidak dapat dibersihkan secara mudah. Arang yang mengeras dapat terus terkumpul di tempat-tempat ini dan akan terlepas, sehingga menyebabkan penyumbatan pada filter, selang, dan nosel.
Melakukan tindakan pencegahan dengan menetapkan prosedur operasi standar adalah solusi termudah. Kombinasi dari pemahaman tentang kinerja optimal peralatan dan perekat sangatlah penting. Beberapa praktik terbaik lainnya yang dapat diterapkan, meliputi:
- Hindari pengoperasian di atas suhu operasi yang disarankan – suhu tinggi dapat mempercepat degradasi perekat dan meningkatkan pembentukan arang (char/charring).
- Hindari pengisian tangki perekat hot melt secara berlebihan – jika perekat menempel di tutup tangki atau menumpuk di sekitar tepi tangki, perekat tidak akan bersirkulasi, dan akan tetap di tempatnya hingga teroksidasi serta membentuk arang (char/charring). Hal ini juga berpotensi menghalangi tutup untuk dapat menutup sempurna hingga perekatnya meleleh dan terpakai. Hal ini memungkinkan debu dan kontaminan lainnya dapat masuk ke dalam tangki, yang berpotensi menyebabkan pembentukan arang (char/charring) lebih lanjut.
- Jaga pengisian tangki hot melt agar tetap stabil dan tidak kurang. Jika tangki diisi di bawah batas yang disarankan, sisa-sisa perekat yang menempel di dinding tangki akan terbakar. Pengisian tangki merupakan faktor penting dalammencegah pembentukan arang (char/charring).
- Pastikan persediaan perekat hot melt selalu tertutup (tutup kotak/wadah tertutup rapat) – debu, serat kardus, atau kontaminan lainnya dapat memengaruhi sifat kimia perekat. Lindungi persediaan perekat hot melt baik saat disimpan maupun di dalam tangki. Menjaga wadah penyimpanan tetap tertutup dan bebas dari kotoran merupakan faktor penting untuk menghindari debu dan kontaminan.
- Hindari penumpukan pada saringan inlet – filter ini, yang terletak di antara antara pasokan perekat dan saluran pembuangan pompa,dapat menjadi lokasi penumpukan perekat hot melt dan menyebabkan titik mati (dead spots). Bersihkan kotoran dari saringan inlet secara berkala.
- Hindari perekat terpapar kelembaan– saat peralatan perekat hot melt terpapar kelembapan, oksigen akan bereaksi dan menyebabkan timbulnya gelembung atau arang (char/charring) di dalam peralatan. Kelembapan juga dapat memengaruhi efektivitas ikatan perekat dan menyebabkan kemasan terbuka (pop opens).
Setelah arang (char/charring) terbentuk, operator akan terus berhadapan dengan masalah ini hingga tindakan ekstrem dilakukan. Ada satu cara untuk menghilangkan arang sepenuhnya dari jalur produksi pengemasan dengan hot melt, yaitu dengan mematikan seluruh sistem peralatan. Peralatan yang digunakan dalam proses aplikasi perekat hot melt perlu dibongkar, lalu komponen-komponennya dimasukkan ke dalam tungku pembakaran untuk membersihkan arang (char/charring). Selain mahal dan memakan waktu, proses ini juga mengharuskan penggantian berbagai suku cadang serta rekalibrasi peralatan. Tindakan pencegahan dapat menjaga jalur pengemasan dengan perekat hot melt tetap berjalan lancar untuk jangka waktu yang lama. Ada juga cara lain untuk mencoba dan membersihkan peralatan; namun demikian, dengan cara apa pun harus tetap melibatkan konsultasi dengan panduan dari produsen peralatan.
Perekat hot melt dan peralatannya menjadi umum digunakan dalam industri pengemasan pada tahun 1960-an. Keduanya dianggap sebagai standar untuk penyegelan kotak kardus dan karton, pelabelan, dan stabilisasi palet. Kemudahan penggunaan dan fungsionalitas menjadikan perekat hot melt ideal untuk merekatkan semua jenis substrat. Setiap produk perekat hot melt dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional yang berbeda, berdasarkan aplikasi dan produsen peralatan. Karena kebutuhan yang berbeda-beda, peralatan harus disesuaikan untuk menghindari masalah yang dapat menyebabkan pembentukan arang (char/charring).
Pemantauan kinerja peralatan merupakan bagian penting dalam mengoptimalkan jalur pengemasan. Bagaimana peralatan dan perekat bekerja sama sangatlah penting. Beberapa praktik terbaik peralatan meliputi:
1. Gunakan mode setback – fitur peralatan ini memungkinkan perekat menjadi dingin. Membiarkan peralatan hot melt pada suhu maksimal saat tidak beroperasi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan arang (char/charring). Menerapkan rutinitas mode setback atau siaga akan memperpanjang masa pakai perekat.
2. Hindari membiarkan tutup tangki terbuka – merawat tangki penting untuk menghindari masuknya kontaminan atau kotoran ke dalam tangki. Tutup tangki harus ditutup dengan benar setiap kali dibuka untuk pengisian. Tutup yang rusak atau terbuka sedikit berisiko menyebabkan perekat panas meleleh menempel pada pinggirannya dan menimbulkan masalah lainnya. Jaga kebersihan di sekitar tangki hot melt dan rawat tutupnya dengan baik.
3. Cegah selang tertekuk atau terlipat – titik mati (dead spots) atau titik panas (hot spots) dapat terbentuk pada selang yang bengkok. Penting untuk menghindari mengikat selang dengan tali untuk mencegah perekat menempel pada area tertentu dan membentuk arang (char/charring).
4. Ikuti rencana pemeliharaan preventif (preventative maintenance plan)– dengan mematuhi rencana pemeliharaan yang direkomendasikan untuk membersihkan dan mengganti komponen atau suku cadang seperti yang direkomendasikan oleh produsen peralatan hot melt, akan meningkatkan masa pakai peralatan.
Memahami cara dalam menjaga konsistensi operasional dengan perekat hot melt untuk kemasan sangatlah penting. Setiap produsen peralatan memiliki praktik terbaik untuk menjaga mesin agar tetap bekerja secara efisien dan efektif. Bersamaan dengan pengoperasian yang tepat, memastikan peralatan berukuran tepat untuk kapasitas produksi membantu menghindari pembentukan arang (char/charring). Efek munculnya arang (char/charring) dapat mencakup:
- Filter dan nosel yang tersumbat, hal ini dapat menyebabkan downtime dan serta menambah biaya perawatan.
- Memengaruhi garis perekat saat arang (char) menempel pada substrat, meninggalkan bekas, goresan, dan permukaan yang tidak rata.
- Merusak pompa, merusak segel, dan menggores dinding pompa
Produsen makanan dan minuman mengandalkan efektivitas perekat hot melt untuk kemasan untuk memastikan segel atau rekatan yang kuat. Brand owner perlu memahami kinerja perekat yang optimal untuk menghasilkan rekatan yang aman. Untuk mendapatkan wawasan lebih banyak mengenai cara meningkatkan efisiensi perekat hot melt, daftarkan diri Anda pada platform pelatihan digital Henkel dan pelajari lebih banyak praktik terbaik untuk meningkatkan masa pakai perekat.
Ahli kami siap menjawab kebutuhan Anda.
Pusat dukungan dan para ahli kami siap membantu menemukan solusi untuk kebutuhan bisnis Anda.